Neymar Bermain di Piala Dunia 2026 Setelah Seribu Hari Absen

Neymar Bermain di Piala Dunia 2026 Setelah Seribu Hari Absen

Neymar Bermain di Piala Dunia 2026 Setelah Seribu Hari Absen di dalam timnas Brasil. Neymar tidak mampu menyembunyikan emosinya setelah Brasil menang 3-0 atas Skotlandia pada matchday ketiga Grup C Piala Dunia 2026. Tangisan sang bintang bukan karena hasil pertandingan, melainkan karena perjalanan panjangnya untuk kembali ke tim nasional.

Laga Brasil kontra Skotlandia di Miami Stadium, Kamis (25/6) pagi WIB, menjadi momen spesial bagi Neymar. Setelah hampir 1.000 hari absen membela Tim Samba, penyerang berusia 34 tahun itu akhirnya kembali mengenakan seragam negaranya.

Neymar masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua menggantikan Matheus Cunha. Kehadirannya langsung mendapat sambutan meriah dari para pendukung Brasil yang sudah lama menantikan aksi sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa Tim Samba.

Perjalanan Neymar menuju comeback tidak mudah. Cedera ACL dan beberapa masalah kebugaran membuatnya harus melewati masa panjang tanpa tampil untuk Brasil, tetapi akhirnya kesempatan itu datang di Piala Dunia 2026.

Sudah 981 hari sejak Neymar terakhir kali memperkuat Brasil pada Oktober 2023. Cedera panjang membuat pemain yang menjadi ikon generasi baru sepak bola Brasil tersebut harus menepi dari panggung internasional.

Ketika pelatih Carlo Ancelotti memasukkannya ke lapangan pada babak kedua, momen tersebut terasa sangat emosional. Neymar yang masuk menggantikan Cunha menjadi salah satu cerita terbesar dari kemenangan Brasil atas Skotlandia.

Tidak hanya suporter, legenda Brasil Ronaldinho juga ikut memberikan dukungan langsung kepada Neymar. Keduanya terlihat berpelukan di lapangan setelah pertandingan, menggambarkan arti penting kembalinya sang bintang.

Meski Brasil sudah memastikan kemenangan, perhatian banyak pihak tertuju kepada Neymar. Tangisannya setelah laga menjadi simbol perjuangan panjang untuk kembali tampil di level tertinggi.
Dalam penampilan perdananya setelah absen panjang, Neymar memang belum langsung menunjukkan performa terbaik.

Dia kehilangan bola sembilan kali dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tempo pertandingan. Carlo Ancelotti menempatkan Neymar dalam peran false nine setelah masuk ke lapangan. Peran tersebut membuatnya lebih banyak terlibat dalam permainan, tetapi juga membuatnya harus menyesuaikan kembali sentuhan dan pergerakan.

Perlahan, Neymar mulai menemukan ritmenya. Dia mampu memberikan ancaman melalui bola mati dan hampir mencetak gol lewat tembakan keras yang masih bisa dihentikan kiper Skotlandia, Angus Gunn.

Neymar masih membutuhkan waktu untuk kembali ke level terbaiknya. Namun, keberadaannya di lapangan sudah menjadi kemenangan tersendiri bagi Brasil yang kini memiliki tambahan opsi penting menuju fase berikutnya Piala Dunia 2026.