10 Negara Terbaik yang Belum Pernah Juara Piala Dunia dimana Belanda menjadi yang Paling Tragis. Ini adalah ajang sepak bola paling bergengsi di dunia yang selalu menarik perhatian miliaran penggemar.
Turnamen ini menjadi panggung tertinggi bagi para pemain dan negara untuk mengukir sejarah. Sejak pertama kali digelar pada 1930, hanya segelintir negara yang mampu mengangkat trofi juara dunia. Dominasi tim-tim elite membuat banyak negara kuat masih belum merasakan gelar tersebut.
Argentina menjadi juara pada edisi terakhir setelah mengalahkan Prancis di final yang berlangsung dramatis. Gelar itu menambah koleksi trofi Albiceleste menjadi tiga sepanjang sejarah. Secara keseluruhan, baru delapan negara yang pernah memenangkan Piala Dunia.
Fakta tersebut menunjukkan betapa sulitnya meraih gelar paling bergengsi dalam sepak bola internasional. Meski belum pernah juara, sejumlah negara memiliki sejarah panjang dan prestasi mengesankan di turnamen ini. Berikut 10 negara terbaik yang hingga kini masih menunggu trofi Piala Dunia pertama mereka.
10. Korea Selatan
Korea Selatan mencatat sejarah pada Piala Dunia 2002 ketika berhasil mencapai semifinal sebagai tuan rumah bersama Jepang. Prestasi tersebut masih menjadi pencapaian terbaik negara Asia dalam sejarah turnamen.
Dalam perjalanan menuju empat besar, Korea Selatan mengalahkan Portugal, Italia, dan Spanyol. Mereka baru terhenti setelah kalah dari Jerman di semifinal.
Sejak saat itu, Korea Selatan terus menjadi langganan Piala Dunia dan beberapa kali mencapai fase gugur. Dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa, Taegeuk Warriors melahirkan pemain seperti Son Heung-min dan legenda Park Ji-sung.
9. Amerika Serikat
Amerika Serikat akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada. Kesempatan bermain di kandang sendiri memberikan motivasi besar untuk mencetak sejarah.
Prestasi terbaik mereka terjadi pada edisi pertama Piala Dunia tahun 1930 saat finis di posisi ketiga. Namun dalam beberapa edisi terakhir, performa mereka belum mampu memenuhi ekspektasi.
Popularitas sepak bola terus meningkat di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Mauricio Pochettino di kursi pelatih juga diharapkan mampu membawa tim melangkah lebih jauh.
8. Kolombia
Kolombia dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Amerika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kembali menunjukkan kualitas dengan lolos ke Piala Dunia melalui jalur kualifikasi yang sangat kompetitif.
Tim ini datang dengan modal skuad bertalenta yang dipimpin Luis Diaz dan Richard Rios. Banyak pengamat menilai Kolombia sebagai salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan.
Pencapaian terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia 2014 saat mencapai perempat final. Dengan kualitas generasi saat ini, Kolombia berharap bisa melampaui rekor tersebut.
7. Swedia
Swedia pernah sangat dekat dengan trofi Piala Dunia ketika menjadi finalis pada tahun 1958. Saat itu mereka kalah dari Brasil yang diperkuat Pele di laga puncak.
Selain menjadi runner-up, Swedia juga pernah dua kali finis di posisi ketiga. Konsistensi tersebut menjadikan mereka salah satu negara paling berprestasi yang belum pernah juara.
Dalam beberapa tahun terakhir performa mereka cenderung naik turun. Kehadiran Viktor Gyokeres dan Alexander Isak diharapkan mampu membawa Swedia kembali bersaing di level tertinggi.
6. Kroasia
Kroasia menjadi salah satu negara yang paling dekat dengan gelar juara dalam dua edisi terakhir Piala Dunia. Mereka finis sebagai runner-up pada 2018 setelah kalah dari Prancis di final.
Empat tahun kemudian, Kroasia kembali tampil impresif dengan mencapai semifinal. Keberhasilan itu semakin mengukuhkan status mereka sebagai kekuatan besar sepak bola dunia.
Luka Modric menjadi simbol kesuksesan generasi emas Kroasia. Meski sejumlah pemain senior mulai menua, talenta muda seperti Josko Gvardiol memberikan harapan baru.
5. Meksiko
Meksiko memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dan akan kembali menjadi tuan rumah pada edisi 2026. Dukungan publik diperkirakan menjadi kekuatan tambahan bagi El Tri.
Mereka sempat terkenal karena selalu tersingkir di babak 16 besar dalam tujuh edisi beruntun antara 1994 hingga 2018. Rekor itu berakhir di Qatar setelah justru gagal lolos dari fase grup.
Prestasi terbaik Meksiko adalah mencapai perempat final pada 1970 dan 1986. Menariknya, kedua pencapaian tersebut terjadi ketika mereka menjadi tuan rumah.
4. Hungaria
Hungaria memiliki salah satu kisah paling tragis dalam sejarah Piala Dunia. Mereka pernah mencapai final pada 1938 dan 1954 tetapi gagal mengangkat trofi.
Generasi emas Hungaria pada era Ferenc Puskas dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa. Namun kekalahan dari Jerman Barat di final 1954 menjadi luka yang masih dikenang.
Ironisnya, Hungaria belum lagi tampil di Piala Dunia sejak 1986. Meski demikian, kemunculan pemain seperti Dominik Szoboszlai memberi harapan untuk masa depan.
3. Belgia
Belgia memiliki generasi emas yang dipenuhi pemain kelas dunia antara 2014 hingga 2022. Nama-nama seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Thibaut Courtois menjadi andalan mereka.
Pencapaian terbaik Belgia terjadi pada 2018 ketika finis di posisi ketiga. Mereka kalah dari Prancis di semifinal sebelum mengalahkan Inggris dalam perebutan tempat ketiga.
Banyak pihak menilai generasi emas Belgia gagal memaksimalkan potensinya. Kini mereka berharap generasi berikutnya mampu mencatat sejarah yang lebih besar.
2. Portugal
Portugal selalu memiliki pemain bintang dari berbagai generasi. Mulai dari Eusebio hingga Cristiano Ronaldo pernah menjadi ikon sepak bola dunia.
Prestasi terbaik Portugal di Piala Dunia adalah posisi ketiga pada 1966. Mereka juga pernah mencapai semifinal pada 2006 dan perempat final pada 2022.
Meski belum pernah juara dunia, Portugal sudah merasakan gelar besar dengan menjuarai Euro 2016. Namun trofi Piala Dunia masih menjadi target yang belum berhasil diwujudkan.
1. Belanda
Belanda menempati posisi teratas dalam daftar ini karena reputasi dan pencapaiannya yang luar biasa. Mereka merupakan salah satu negara paling berpengaruh dalam perkembangan taktik sepak bola modern.
De Oranje sudah tiga kali mencapai final Piala Dunia, yaitu pada 1974, 1978, dan 2010. Sayangnya, mereka selalu gagal mengangkat trofi setelah kalah di partai puncak.
Kekalahan dari Spanyol pada final 2010 menjadi salah satu momen paling menyakitkan. Dengan tradisi sepak bola yang kuat dan talenta yang terus bermunculan, Belanda masih memiliki peluang besar mengakhiri kutukan tersebut di masa depan.