Mengapa Stuttgart Bisa Kalahkan Atletico Madrid di Liga Champions. Stuttgart memiliki modal kuat untuk mengalahkan Atletico Madrid dalam lanjutan Liga Champions di MHP Arena, tengah pekan ini.
Kemenangan 3-0 atas Slovan Bratislava membuat klub Bundesliga tersebut mengantongi dua kemenangan dari dua pertandingan dan semakin percaya diri menatap laga berikutnya. Selain hasil positif, Stuttgart juga menunjukkan kedalaman skuad yang bisa menjadi pembeda.
Sejumlah pemain mampu memberikan dampak dari bangku cadangan, sementara fleksibilitas para penyerang memberi pelatih lebih banyak pilihan untuk menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Tren performa mereka di kompetisi Eropa juga semakin menjanjikan.
Dengan dukungan penuh suporter di kandang sendiri, Stuttgart punya sejumlah alasan untuk merepotkan Atletico Madrid meski tim tamu memiliki pengalaman panjang di panggung kontinental.
Kedalaman Lini Serang Jadi Keunggulan
Salah satu kekuatan Stuttgart terlihat dari banyaknya opsi di lini depan. Saat mengalahkan Slovan Bratislava, mereka menurunkan Deniz Undav, Dzenan Pejcinovic, Chris Fuhrich, dan Bilal El Khannouss sebagai kuartet penyerang.
Jamie Leweling dan Ermedin Demirovic memulai pertandingan dari bangku cadangan. Namun, keduanya berhasil memberikan kontribusi setelah masuk ke lapangan.
Leweling langsung merepotkan pertahanan lawan melalui sisi kanan dan bekerja sama dengan Lorenz Assignon. Sementara itu, Demirovic mencetak gol melalui sundulan setelah menyambut umpan silang Assignon pada menit-menit akhir.
Gol tersebut menjadi gol keempat Demirovic di Liga Champions musim ini, yang menempatkannya di jajaran teratas daftar pencetak gol. Stuttgart juga memiliki fleksibilitas taktik karena El Khannouss dapat bermain di beberapa posisi, sedangkan Undav mampu beroperasi lebih dari sekadar penyerang tengah.
Pilihan ini memberi Stuttgart peluang untuk menjaga intensitas serangan sepanjang pertandingan meski mereka masih kehilangan Nikolas Nartey dan Tiago Tomas akibat cedera.
Performa Stuttgart di Eropa Terus Meningkat
Stuttgart memang hanya meraih tiga kemenangan dari delapan pertandingan fase liga Liga Champions 2024/25 dan finis di posisi ke-26. Namun, hasil positif pada pertandingan-pertandingan terakhir musim lalu menjadi indikasi bahwa mereka mulai beradaptasi dengan persaingan elite Eropa.
Perkembangan itu berlanjut pada musim ini. Stuttgart mencatat enam kemenangan dalam tujuh pertandingan fase liga terakhir, termasuk empat kemenangan dari lima laga terakhir mereka di kompetisi utama Eropa.
Kemenangan atas Slovan Bratislava juga memperlihatkan kontribusi penting Undav. Penyerang timnas Jerman tersebut sempat mengawali musim dengan performa yang relatif tenang, tetapi gol terbarunya bisa menjadi dorongan untuk kembali tampil konsisten.
Selain Undav dan Demirovic, Stuttgart memiliki pemain seperti Angelo Stiller dan El Khannouss yang terbiasa menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Kedalaman skuad ini membuat mereka lebih siap bersaing di beberapa kompetisi sekaligus.
Atmosfer MHP Arena Bisa Menekan Atletico
Dukungan suporter menjadi faktor lain yang berpotensi menguntungkan Stuttgart. MHP Arena dikenal menghadirkan atmosfer yang intens, terutama ketika klub tuan rumah tampil dalam pertandingan Eropa.
Sorakan pendukung sejak para pemain memasuki lapangan dapat meningkatkan energi Stuttgart sekaligus memberikan tekanan kepada Atletico Madrid. Bagi tim tamu, menjaga konsentrasi di tengah atmosfer seperti itu akan menjadi tantangan tersendiri.
Atletico memiliki pengalaman dan reputasi kuat di kompetisi Eropa. Namun, Stuttgart berbekal kepercayaan diri tinggi, opsi serangan yang beragam, dan tren hasil positif.
Jika mampu mempertahankan momentum serta memaksimalkan keuntungan bermain di kandang, Stuttgart berpeluang memberikan kejutan dan mengamankan kemenangan penting atas Atletico Madrid.