List Pemain yang Mengecewakan di Premier League Sejauh Ini terdapat enam orang dalam analisis Dewa Bola Club per September 2026. Premier League 2026-2027 baru memainkan lima pertandingan, tapi sejumlah pemain bola dengan ekspektasi tinggi belum mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Jeda internasional menjadi momentum untuk melihat kembali siapa saja yang paling mengecewakan pada awal musim.
Beberapa nama datang dengan reputasi besar setelah musim sebelumnya atau kepindahan bernilai tinggi. Namun, kontribusi mereka dalam lima pertandingan pertama masih jauh dari harapan klub dan pendukung masing-masing.
Kondisi tersebut tentu belum menjadi gambaran akhir musim liga inggris. Akan tetapi, enam pemain bola berikut memiliki pekerjaan besar setelah kompetisi kembali bergulir pada Oktober.
Florian Wirtz
Florian Wirtz menjadi salah satu pemain yang paling dinanti setelah Liverpool mengeluarkan €117,5 juta (sekitar Rp2,32 triliun) untuk memboyongnya dari Bayer Leverkusen. Setelah hanya mencatat 17 kontribusi gol musim lalu, gelandang Jerman itu baru menghasilkan satu assist pada awal musim ini.
Wirtz belum terlihat mampu mengendalikan pertandingan seperti yang diharapkan dari pemain dengan harga transfer tersebut. Performanya bahkan mendapat kritik tajam dari Jamie Carragher setelah laga melawan Bournemouth.
Liverpool tentu masih memiliki banyak waktu untuk membantu Wirtz menemukan bentuk terbaiknya. Namun, lima pertandingan awal belum memberikan alasan kuat bahwa sang pemain sudah menemukan ritmenya di Inggris.
Bryan Mbeumo
Bryan Mbeumo menjadi bagian penting dari kebangkitan Manchester United pada paruh kedua musim lalu. Tujuh dari 11 golnya di Premier League ketika itu tercipta saat bermain lebih sentral, termasuk ketika membangun koneksi dengan Bruno Fernandes.
Musim ini, absennya Amad Diallo membuat Mbeumo lebih sering dimainkan melebar. Catatan 0,6 dribel per 90 menit memperlihatkan bahwa ia belum maksimal dalam situasi satu lawan satu.
Dengan Benjamin Sesko belum tersedia, Michael Carrick mungkin perlu mempertimbangkan kembali posisi Mbeumo. Kembalinya Amad dari cedera juga dapat membuka lebih banyak pilihan di lini depan.
Viktor Gyokeres
Viktor Gyokeres mencetak 14 gol Premier League pada musim debutnya bersama Arsenal. Torehan tersebut cukup solid, tetapi belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi terhadap striker yang diharapkan menjadi mesin gol utama.
Awal musim 2026-27 berjalan lebih sulit. Gyokeres baru mendapatkan 29 menit bermain di Premier League dan belum mencetak gol, sementara Mikel Arteta masih belum memberikan kepercayaan penuh kepadanya.
Situasi tersebut membuat masa depannya di Arsenal mulai dipertanyakan. Penyerang asal Swedia itu perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengubah pandangan Arteta setelah jeda internasional.
Sandro Tonali
Tottenham mengeluarkan £100 juta (sekitar Rp2,28 triliun) untuk mendapatkan Sandro Tonali dari Newcastle. Angka tersebut membuat standar terhadap gelandang Italia itu otomatis menjadi sangat tinggi.
Tonali memiliki kemampuan membawa bola dan membantu transisi bertahan. Namun, karakteristik permainannya membuat dia membutuhkan partner yang tepat agar kualitasnya lebih terlihat.
Tottenham sendiri masih terpuruk di dasar klasemen setelah gagal mencetak gol hingga pekan kelima. Dalam situasi tersebut, Tonali belum mampu tampil sebagai pemain yang mengangkat performa tim secara signifikan.
Emiliano Martinez
Chelsea mendatangkan Emiliano Martinez setelah melepas Robert Sanchez. Transfer tersebut diharapkan memperkuat posisi penjaga gawang pada awal era Xabi Alonso.
Martinez sudah kebobolan 10 gol dalam empat pertandingan Premier League. Struktur pertahanan Chelsea yang masih rapuh ikut memengaruhi catatan tersebut, meski Martinez mencatat rata-rata 4,5 penyelamatan per 90 menit.
Secara statistik, performanya tidak sepenuhnya buruk. Namun, dampaknya belum sebesar ekspektasi yang muncul ketika Chelsea memilih kiper asal Argentina tersebut.
Dominic Solanke
Dominic Solanke menjadi salah satu tumpuan Tottenham setelah Richarlison tidak masuk dalam skuad Premier League. Bersama Omar Marmoush, Solanke diharapkan menjadi sumber gol utama tim asuhan Roberto De Zerbi.
Namun, penampilannya sejauh ini jauh dari harapan. Kondisi fisik Solanke juga menjadi perhatian setelah ia menjalani awal musim dengan membawa cedera pergelangan kaki.
De Zerbi mengakui kondisi fisik dan kepercayaan diri Solanke belum berada pada level yang diharapkan. Oleh karena itu, jeda internasional menjadi kesempatan penting bagi sang striker untuk memulihkan kondisi sebelum kembali membantu Tottenham di Premier League.