Lamine Yamal dan Ballon d'Or

Lamine Yamal dan Ballon d’Or

Lamine Yamal dan Ballon d’Or yang gagal diraih. Yamal harus menerima kenyataan setelah hanya menempati posisi ketiga dalam pemungutan suara. Penyerang Barcelona itu dikabarkan kecewa karena sebelumnya datang ke acara penghargaan tersebut dengan harapan membawa pulang trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

Yamal sebelumnya berambisi memenangkan Ballon d’Or untuk pertama kalinya setelah kembali masuk persaingan penghargaan tersebut. Namun, hasil akhir tidak sesuai harapannya. Kekecewaan itu datang setelah ia juga melewati akhir pekan yang sulit dalam laga El Clasico.

Meski demikian, orang-orang terdekat Yamal tetap yakin pemain berusia 18 tahun tersebut mampu bangkit dalam waktu singkat. Mereka menilai kegagalan kali ini tidak akan membuat sang pemain larut dalam kekecewaan.

Lamine Yamal

Menurut AS, Yamal sebenarnya sudah menyiapkan agenda khusus untuk menikmati malam penghargaan di London. Ia berangkat secara terpisah dari rombongan resmi Barcelona setelah pertandingan El Clasico demi menghabiskan waktu bersama teman-teman dekatnya.

Pemain berusia 19 tahun tersebut berencana menikmati suasana di ibu kota Inggris pada Senin, termasuk merasakan kemeriahan di sekitar London Palladium. Yamal berharap malam itu menjadi satu di antara momen penting dalam perjalanan kariernya.

Bahkan, sejumlah reservasi restoran telah disiapkan untuk mengantisipasi keberhasilannya meraih penghargaan. Namun, rencana perayaan tersebut akhirnya tidak terlaksana. Yamal justru dikabarkan mengakhiri malam dengan menyantap makanan cepat saji.

Kegagalan meraih Ballon d’Or tentu menjadi pukulan pribadi bagi Yamal. Apalagi, pemain yang telah mencuri perhatian lewat penampilannya bersama Barcelona tersebut datang ke acara penghargaan dengan ekspektasi tinggi.

Kendati hanya finis di urutan ketiga, hasil itu tidak serta-merta menunjukkan penurunan performa Yamal. Ia masih mampu mencatatkan kontribusi gol yang impresif, baik bersama Barcelona maupun Timnas Spanyol.

Bagi orang-orang terdekatnya, kemampuan Yamal untuk melewati kekecewaan tersebut bukan sesuatu yang perlu diragukan. Mereka percaya sang pemain memiliki karakter yang membuatnya bisa segera kembali fokus.

“Dia adalah sosok yang berbeda, cerdas, dan akan segera bangkit,” demikian penilaian orang-orang terdekat Yamal seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Statistik Yamal turut memperlihatkan kontribusinya sepanjang musim ini. Bersama Barcelona, ia telah membukukan 10 gol dan 10 assist. Sementara itu, pemain dengan tinggi 178 cm itu menambah empat gol dan satu assist bersama Timnas Spanyol selama jeda internasional.

Meski begitu, Yamal juga baru melewati pertandingan El Clasico yang tidak berjalan sesuai harapan. Dalam laga tersebut, ia gagal melewati Marc Cucurella. Yamal berpeluang kembali mengalihkan perhatiannya ke panggung internasional pada pertengahan November. Timnas Spanyol dijadwalkan menghadapi Inggris di Metropolitano.

Sebelum memasuki agenda internasional tersebut, Yamal masih memiliki tiga pertandingan untuk menambah catatan statistiknya musim ini. Barcelona dijadwalkan menghadapi Alaves, Aston Villa, dan Atletico Madrid.